BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Selasa, 06 Oktober 2009

Doa Kristen

“Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang luar biasa (tidak terpahami), yakni yang tidak kau ketahui” (Terjemahan bebas dari King James Version)

Pertanyaan: Kenapa kita harus berdoa ?

Jawab: Ada tiga alasan kenapa kita harus berdoa:

I. Doa dimulai dengan undangan Allah (“Berserulah kepadaKu”)

Keistimewaan yang pertama dalam hal berdoa adalah, Allah mengundang kita untuk untuk berdoa.

Sebagai orang Krsiten kita mempunyai suatu keistimewaan yang agama lain tidak miliki. Yaitu dalam hal berdoa. Kalau agama lain, mereka berdoa karena suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Doa itu selalu dihubungkan dengan factor kesetiaan. Tetapi bagi orang Kristen, berdoa itu dimulai dari inisiatif Allah sendiri.

Allah berkomunikasi dengan umatNya melalui doa. Doa adalah pintu masuk kepada supra natural power. Melalui doa kita dapat mengalami kuasa Allah.

Ada tiga bukti sehubungan dengan undangan berdoa:

  • Baca 2 Tawarikh 1: 7, Suatu kali Tuhan datang kepada Salomo dalam mimpinya dan berkata, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadam ”
  • Baca Matius 7: 7, Suatu kali Yesus berkata kepada murid-muridNya ,”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…..”
  • Baca Yakobus 4: 2, Yakobus berkata, “Kamu tidak memperoleh apa- apa, karena kamu tidak berdoa”

Jadi, hal yang pertama kenapa kita harus berdoa adalah karena Allah mengundang kita untuk beseru kepadaNya.

II. Kita berdoa karena ada janji dari doa yang dipanjatkan (“Aku akan menjawab engkau”)

Keistimewaan yang kedua dalam hal berdoa adalah Allah berjanji untuk menjawab doa kita.

Ada tiga macam jawaban doa yang dapat kita terima dari Tuhan:

A. Tuhan menjawab “Ya

Baca Markus 10: 46- 52. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang sudah lama sekali hidup dalam penderitaan. Ketika Tuhan Yesus lewat di Yerikho, Bartimeus berseru dan meminta supaya Tuhan Yesus menyembuhkan matanya. Dan Yesus segera menjawab “ya!” Aku kabulkan permintaanmu itu! Maka seketika itu celiklah mata Bartimeus. Alangkah indah sekali jawaban Yesus seperti itu: Ya , dan seketika itu terjadi!

Tanpa harus menunggu lama- lama Tuhan sudah berikan jawabanNya yang luar biasa! Tentunya ada banyak kesaksian tentang jawaban doa yang seperti ini.

Ada dua hal supaya doa kita pasti terjawab:

· Doa yang lahir dari iman (Yak. 5: 15)

· Doa orang yang benar (Yak. 5: 16)

B. Tuhan menjawab “Tunggu”

Menunggu adalah satu hal yang paling membosankan.

Tetapi banyak contoh yang kita boleh lihat: Dalam Perjanjian Lama yaitu mereka yang tergolong sebagai pahlawan iman:

· Nuh, harus menunggu 120 tahun lamanya, sampai ia menggenapi janji Allah mengenai air bah.

· Abraham harus menunggu 25 tahun lamanya, sampai ia menerima janji Allah mengenai kelahiran Ishak.

· Yusuf harus menunggu 13 tahun lamanya, sampai mimpinya menjadi kenyataan.

· Musa harus menunggu selama 40 tahun, sampai Allah memanggil ia untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Dalam Perjanjian Baru

· Imam Zakharia (Luk. 1: 5- 25)

Kenapa kita harus menunggu? Kita tidak tahu sepenuhnya rencana Tuhan. Yang pasti adalah, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya!

C. Tuhan menjawab “Tidak”

a. Pengalaman Tuhan Yesus ketika ditaman Getsemani (Baca Lukas 22: 42)

Ketika Tuhan Yesus sedang dalam suatu pergumulan yang hebat, Ia berdoa dengan suatu permohonan “Kalau boleh kiranya cawan ini lepas dari padaKu”. Bapa disorga menjawab: Tidak! Dengan demikian, Yesus harus minum cawan murka Allah itu.

b. Pengalaman dari ibu Yohanes dan Yakobus (Mat. 20: 20- 24)

Mrs. Zebedeus meminta kepada Tuhan Yesus supaya kedua puteranya mendapat kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan Tuhan Yesus kelak. Yesus menjawab: “Tidak”.

c. Pengalaman orang Gerasa (Mark. 5: 18- 19)

Suatu kali ada seorang yang kerasukan Setan, tinggal dipekuburan. Ketika ia bertemu dengan Tuhan Yesus, maka orang itu mengalami kelepasan dan menjadi sembuh atau normal kembali. Kemudian orang Gerasa ini meminta supaya ia diperbolehkan untuk mengikut Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus menjawab: “Tidak.”

d. Pengalaman rasul Paulus (2 Kor. 12: 7- 9)

Paulus meminta kepada Tuhan supaya ia dibebaskan dari duri dalam dagingnya. Tetapi Tuhan menjawab: Tidak! Justru dalam kelemahan anugerah itu nyata!

Jadi tidak semua doa kita akan dijawab ‘ya’. Ada kalanya ‘tidak’. Allah mengetahui sepenuhnya kenapa Dia menjawab ‘tidak’.

Jadi, hal yang kedua kenapa kita harus berdoa adalah karena Allah akan menjawab doa kita.

III. Kita berdoa karena ada kuasa dalam doa (“Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang luar biasa (tidak terpahami), yakni yang tidak kauketahui”)

Keistimewaan yang ketiga dalam hal berdoa adalah Allah akan menunjukkan kepada kita hal-hal yang dashyat.

Pada tahun 1904 propinsi Wales (England) telah membutuhkan lawatan Allah, dibandingkan dari semua tempat diplanet bumi ini. Hal ini disebabkan, karena moral orang-orang di kota propinsi Wales sudah sangat bobrok: Korupsi, kata-kata kotor, keserakahan, pelacuran dan hampir seluruh penduduk hidup dalam tarap kemiskinan.

Pada tahun 1901, doa telah dimulai di propinsi Wales. Setahun kemudian, tahun 1902, sejumlah 2000 pendoa sudah terbentuk di seluruh propinsi Wales, yang pada waktu itu berpendudukan 2,5 juta jiwa.

Allah mengurapi seorang pemuda, Evan Roberts, yang pada waktu itu ia berusia 25-tahun, seorang pekerja kasar di sebuah pertambangan. Dalam usia 12- tahun Evan Roberts sudah bekerja selama 12-jam sehari. Sementara istirahat, Evan Roberts meluangkan waktunya untuk membaca Alkitab. Tiga belas tahun lamanya Evan Roberts berdoa untuk lawatan Allah. Setiap minggu pagi, setelah pintu gereja di buka Evan Roberts masuk kedalam dan duduk paling depan.

Suatu kali Evan Roberts dikeluarkan dari apartementnya karena berdoa terlalu keras.

Karena Evan Roberts telah berdoa dan berpuasa, Allah datang melawat Wales, tahun 1904. Ratusan ribu orang bertobat. Lawatan Allah ini sampai ke seluruh England, Irlandia dan bahkan keseluruh dunia, seperti Skandinavia, Eropah, Afrika, India, Korea dan China. Dikatakan bahwa, “no other single person in modern history was so instrumental in the move of God as Evan Robers.”

John Wesley berkata, “Allah tidak dapat berbuat sesuatu kecuali umatNya berdoa,”

Jadi, hal yang ketiga kenapa kita harus berdoa adalah karena Allah akan memanifestasikan kuasaNya melalui doa.

IV. Praktek doa

Doa raja Salomo merupakan doa yang terpanjang dalam Alkitab (1Raja 8: 23- 53). Sebaliknya doa Simon Petrus merupakan doa terpendek dalam Alkitab (Matius 14: 30). Kesimpulannya adalah bukan panjang atau pendeknya sebuah doa namun yang utama adalah doa itu harus lahir dari dalam hati yang ‘tulus’ dan dilaksanakan dengan ‘iman’.

I. Kepada siapa doa itu disampaikan?

Doa itu disampaikan kepada Bapa, oleh Roh Kudus dalam nama Yesus Kristus (Yoh. 16: 23- 24).

· Bapa yang Kekal (Mazmur 93: 2, Yesaya 40: 28)

· Bapa yang Mahakuasa (Mazmur 21: 2; 62: 12)

· Bapa yang Mahatahu (Kejadian 3: 5, 1 Samuel 2: 3)

· Bapa yang Setia (Mazmur 146: 6)

· Bapa yang Mahakasih (2 Samuel 24: 14, 1 Tawarikh 21: 13)

· Bapa yang panjang Sabar (Kejadian 34: 6, Mazmur 15: 8)

II. Bagaimana posisi kita dalam berdoa?

Posisi atau sikap kita dalam berdoa tidak seberapa penting dibandingkan dengan sikap hati kita. Alkitab memberikan beberapa sikap dalam berdoa:

· Berdiri (Markus 11: 25)

· Duduk (1 Tawarikh 17: 16- 27)

· Tunduk (Keluaran 34: 8)

· Tiarap (Mazmur 6: 6)

· Dengan muka mencium ke tanah atau bersujud (Matius 26: 39)

· Berlutut (1 Raja 8: 54, Daniel 6: 10, Lukas 22: 41, Kisah rasul 20: 36)

· Dengan muka diantara kedua lutut (1 Raja 18: 42)

III. Dimana saja kita boleh berdoa?

· Di dalam kamar (Matius 6: 6)

· Dimuka umum (Kisah rasul 20: 20)

· Ditempat yang sudah ditentukan sebelumnya (Matius 26: 18)

· Dimana saja (Matius 18: 20)

Konklusi:

Doa adalah pintu masuk kepada supra natural power. Jangan berhenti berdoa. Karena Allah tidak dapat melakukan segala sesuatu, sekalipun Ia dapat, tetapi Ia memilih sampai kita datang dan berseru kepadaNya.

0 komentar: